
Cilacap — Film pendek bertema budaya, Cinta Penari Sintren, resmi menyelesaikan proses shooting dan kini memasuki tahap pasca-produksi. Karya yang digagas Ageng Kiwi bersama AK Pro dan Igma Studio ini semakin dekat menuju pemutaran perdana dan tengah dipersiapkan untuk bersaing di berbagai festival film internasional.
Kehadiran film ini menjadi angin segar bagi dunia perfilman daerah yang mengangkat kekayaan budaya Nusantara. Mengusung kisah cinta, perjuangan, dan keindahan tradisi Sintren—tarian sakral dari pesisir Jawa—Cinta Penari Sintren diharapkan dapat memperkenalkan warisan budaya Cilacap ke panggung dunia.
Produksi film ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, antara lain PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), Ngalembana, Humaniora Rumah Film, Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan, serta sejumlah komunitas lokal yang turut terlibat dalam proses kreatif dan produksi di lapangan.
Termasuk dukungan yang luar biasa dari Kolonel Seno Hadi, selain terlibat dalam peran beliau juga memberikan dukungan fasilitas selama proses shooting di lokasi,

Ageng Kiwi, sutradara sekaligus penggagas film, menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran produksi.
“Dengan dukungan banyak pihak, kami optimistis Cinta Penari Sintren bisa menjadi wakil budaya Indonesia di kancah internasional,” ujarnya.
Kini, tim AK Pro dan Igma Studio tengah fokus pada proses editing, scoring, hingga penyempurnaan visual untuk memastikan film ini tampil maksimal saat diputar di festival nanti.
Dengan semangat kolaborasi dan kecintaan pada budaya, Cinta Penari Sintren diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pemajuan budaya Nusantara, sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat Cilacap dan Indonesia.
