welcome to
Official Website

Jakarta, humaniora.id — Semangat promosi film horor nasional terus bergelora. Ageng Kiwi, artis serba bisa yang memerankan karakter Pak Kades dalam film Menjelang Magrib 2, tampak semakin gencar memperkenalkan film terbarunya yang dijadwalkan tayang serentak di bioskop pada 4 September 2025 mendatang.

Dalam sebuah pertemuan hangat di salah satu kafe kawasan Mall Cijantung, kamis (24/07/2025), Ageng Kiwi ditemui bersama rekan sesama pemain, Valdi Mulya. Keduanya tengah mendiskusikan strategi promosi film dan proyek selanjutnya dengan tokoh masyarakat asal Wonosobo, Mantep Abdul Gani.

“Hari ini saya mau ketemu Pak Mantep, membicarakan rencana proyek film tentang penari sintren,” ungkap Ageng Kiwi kepada humaniora.id. “Beliau bukan hanya mendukung, tapi juga akan ikut terlibat sebagai salah satu pemain di film tersebut,” lanjutnya penuh semangat.

Tak hanya berbicara soal proyek masa depan, dalam pertemuan tersebut Ageng Kiwi juga mengajak Pak Mantep untuk turut mendukung pemutaran perdana Menjelang Magrib 2. Responnya luar biasa! Pak Mantep langsung menyatakan komitmennya untuk memborong 200 tiket sebagai bentuk dukungan sekaligus ajakan kepada masyarakat Wonosobo untuk nonton bareng (nobar) film ini di bioskop.

“Mas Ageng Kiwi ini sahabat saya, dia artis yang sangat humble dan totalitas dalam berkarya. Saya selalu mendukung karya-karyanya. Semoga nanti film Menjelang Magrib 2 ditonton oleh jutaan pencinta film horor Indonesia,” ujar Mantep Abdul Gani dengan mantap.

Film Menjelang Magrib 2 digadang-gadang akan menjadi salah satu film horor lokal yang fenomenal. Dengan dukungan para tokoh masyarakat, sineas muda, dan aktor-aktor berbakat, harapan untuk mendulang kesuksesan bukanlah sekadar mimpi.

Film Menjelang Magrib 2

Sinopsis

Cerita dengan latar belakang tahun 1920, pada masa itu Stovia university era hindia Belanda melahirkan lulusan kedokteran pribumi.

Cerita di awali oleh dokter muda lulusan stovia bernama Giandra (Aditya Zoni) membaca koran javasche courant tentang gadis di desa karuhun yang di pasung, pada masa itu pemasungan bagian dari cara penyembuhan penyakit kejiwaan.

Pengobatan secara mistik yang di tangani seorang dukun ini sangat bertentangan dengan Giandra sebagai seorang dokter. Gadis yang di pasung ini bernama Layla (Aisha Kastolan) dan berita di koran itu di tulis oleh Rikke (Aurelia Lourdes) seorang jurnalis keturunan mix Belanda dan pribumi.

Giandra memutuskan menemui Layla di desa Karuhun, desa yang jauh dari kota untuk mencapai tujuan desa Karuhun Giandra harus naik pedati (kendaraan yang di tarik oleh kerbau).

Sesampai di desa Karuhun Giandra di sambut oleh Rikke karena Rikke juga penasaran dengan kedatangan Giandra ke pelosok desa di kaki gunung tersebut.

Rikke cuma menyampaikan tiga suku kata pada Giandra yaitu Kultur, Mistik, Tahayul. Ini yang jadi perjalanan Giandra bertempur antara science atau ilmu pengetahuan yang dia pelajari dengan kultur dan kepercayaan masyarakat secara turun temurun.

Produser: Helfi Kardit | Sutradara: Helfi Kardit | Penulis: Helfi Kardit | Production: Helroad Films

Pemeran:

Adytia Zoni – Ajeng Fauziah – Muthia Datau – Aurelia Lourdes – Aisha Kastolan – Ageng Kiwi – Shania Sree – Ratu Dewi Imasy – Fendi Pradana – Valdi Mulya.

Bagi Anda pencinta film horor dengan nuansa mistik dan lokalitas yang kuat, jangan lewatkan Menjelang Magrib 2 mulai 4 September 2025 di seluruh bioskop Indonesia. Ajak keluarga, sahabat, dan komunitas Anda untuk mendukung karya anak bangsa!

Leave a Reply